Laman

Salam Sejahtera

Resensi Buku Ngarto Februana

Nama :Eka Ilman M
Kelas : 3kb03
Npm  : 22110274 

Pengarang : Ngarto Februana
Judul : Menolak Panggilan Pulang
Tahun terbit : 2000
Isi : (xviii + 207 halaman
Penerbit : Media Pressindo,
Cetakan : pertama, Juli 2000
Keunggulan :
1. memberi nilai lebih Positif terhadap suatu kebudayaan.
2. Tampak Jelas Penguasaan tentang rimba yang di tulis oleh penulis
3. Menampilkan konlik-konflik yang sangat dramatis
Kekurangan :
1. Pemakaian bahasa yang tidak dapat di mengerti
2. Proses budaya dalam diri yang agak tidak di bahas oleh penulis
Sinopsis :
Novel ini bercerita tentang kisah manusia di Loksado, suatu wilayah yang dihuni oleh suku Dayak Meratus (ini meminjam istilah Anna Tsing). Letak arkaisnya masyarakat yang menghuni digambarkan dengan daerah pedalaman yang kurang bersentuhan dengan budaya luar, penduduknya masih memeluk autocthonous religion, kepercayaan setempat, yang manifestasinya adalah penghormatan kepada roh-roh.NOVEL dibuka dengan pemaparan mengenai sakitnya Utay, calon pengganti kepala suku, dan tatkala berhasil disembuhkan oleh penghulu toh penghulu tetap berduka. “Malapetaka akan datang, As,” seru sang penghulu kepada Asui, salah seorang penghuni balai (hal 10).
Lalu datanglah masa ketika Utay menerobos halangan kultural karena dialah satu-satunya anak suku bukit-begitu orang luar menyebut mereka- yang bersekolah sampai SMA (sekolah menengah atas). Dan dialah satu-satunya anak suku bukit yang bersekolah hingga setinggi itu; di kota lagi. Bagaimana sang ayah tidak bangga melihat calon penggantinya pintar di atas rata-rata, ditambah lagi pandangan masyarakatnya yang melihatnya bagai seorang titisan dewa (hal 65).
Namun, di sinilah justru masalahnya timbul. Utay mengalami cultural shock, guncangan budaya. Ia yang semula hidup di balai yang tidak mengenal pemisahan ruangan bagi keluarga-keluarga, kini menempati privacy-nya dengan kamar yang dihuninya sendiri.
Budaya luar yang diperoleh di kota membekali Utay untuk menafsirkan pandangannya maupun mengekspresikan naluri alamiah kemudaannya yang semakin menggelora, lepas dari kungkungan hukum adat dan moral religius tempat dari mana ia berasal. Ia mulai diganggu oleh dorongan dari dalam, berdekatan, berciuman, meremas-remas buah dada.
Demikian pula sewaktu ia diajari ayahnya mantra-mantra penolak bala sebagai persiapan menjadi kepala suku, Utay sering berkata, “Emm, maaf, ulun (saya) lupa,” kalimat yang menandakan rasa tidak respek.
Pamali dan tabu pun dilanggarnya. Ia bawa budaya kota dengan memperlakukan Aruni (protagonis kedua), bunga desa dan dewi cahaya bagi masyarakatnya, calon pendampingnya kelak saat menduduki kepala suku, ke dalam asyik-masyuknya gairah dan hasrat seksual, dari berciuman hingga lanjutannya, di sela-sela pepohonan, di antara gemericiknya Sungai Amandit, wilayah bersemayamnya para dewa yang siap menjatuhkan kutukan.
Selanjutnya melalui sosok Utay dan Aruni, Ngarto melanjutkan jalinan dan perbenturan antara budaya luar dan budaya suku bukit tersebut. Di satu pihak Utay merepresentasikan budaya kota, dan akhirnya menjadi pegawai perusahaan perkayuan, dus wakil bagi kepentingan perusahaan HTI (hutan tanaman industri) yang siap merambah dan memperluas industri perkayuan modernnya dengan alat-alat canggih. Kalaupun ada keinginan memajukan kaumnya, ia selalu memakai bahasa-bahasa yang sarkastis, seperti “primitif”, “terbelakang”, “tidak bisa diajak maju,” serta istilah yang tidak dimengerti mereka.
“Ini menguntungkan kita, Ayah” (hal 131), katanya ketika ia memperkenalkan kayu sengon sebagai upaya mengganti ladang berpindah yang telah ratusan tahun menjadi ciri kehidupan ekonomi, ekologi yang dibalut oleh kosmogoni dan mitologi suku Dayak. Lain halnya Aruni, ia merepresentasikan seorang pendidik yang sabar untuk mentransformasikan adat-istiadat setempat.
Simaklah kata-kata Aruni yang cerdas-bernas-patriotik, “Saya putri penghulu. Saya sudah bertekad untuk mengabdi kepada suku Bukit dengan kemampuan saya yang terbatas ini. Demi kesejahteraan suku Bukit.” (hal 62).
Atau dengan ungkapannya, “Saya mengakui bahwa perubahan pola hidup menuju yang lebih baik tanpa meninggalkan kearifan itu perlu sekali. Sekali lagi, tanpa menghilangkan kearifan. Maaf, sejauh yang saya tahu, dari pengetahuan saya yang terbatas ini, masuknya industri perkayuan, perusahaan HPH, HTI, dan industri penambangan di beberapa wilayah Kalimantan ini telah menghilangkan kearifan adat. Juga terkikisnya tatanan kehidupan asli sebagai pedoman hidup sejak ratusan tahun yang lalu.” (hal 137).
Aruni memang lebih bisa menyatu dengan lingkungannya, dan ia pun mendapat kehormatan yang tinggi sebagai calon balian, balianperempuan untuk pengobatan tradisional yang kelak akan bisa berhubungan dengan alam petilarahan, alam roh.
Sumber :
http://miftahurrahman99.blogspot.com/2013/06/resensi-buku-ngarto-februana.html
http://www.oocities.org/ngartofebruana/novel-lorong.htm

 Eka Ilman M
 22110274

 

resensi novel laskar pelangi



Perjuangan Anak Tanah Belitong

Judul Novel     :  Laskar Pelangi “new edition
Penulis            :  Andrea Hirata
Halaman         :  xiv, 534 halaman
Penerbit          :  PT. Bentang Pustaka
Tempat terbit  :  Jln. Pangdega Padma 19, Yogyakarta
Tahun terbit    :  cet.2 ,September 2011
Ukuran buku   :  - Panjang      ;  20,5cm
-  Lebar        ;  12,8cm


Novel ini karya pertama Andrea Hirata yang diterbitkan oleh bentang pustaka cetakan pertamannya dicetak pada tahun 2005 di Yogyakarta. Novel setebal 534 halaman ini sempat mengalami penambahan halaman dari 529 menjadi 534 halaman, dan novel laskar pelangi ini sering dipergunakan untuk bahan pidato pengukuhan guru besar, tesis, desertasi, hadiah ulang tahun, bahkan menjadi mas kawin mendampingi al-qur’an. Tidak heran jika novel tersebut dapat mencapai mega best seller di indonesia dan bahkan mencapai best seller di malaysia. Hal itu termasuk sangat luar biasa karena ditulis dari seorang yang tidak berasal dari lingkungan sastra ditambah lagi novel tersebut sama sekali tidak sejalan dengan trend pasar yang ada pada saat itu.
            Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi atau gabungan dari 4 karya berbeda, buku kedua Sang Pemimpi berikutnya Edensor dan Maryamah Karpov. Tetralogi Laskar Pelangi pertama itu hingga saat ini telah beredar di 22 negara dalam 19 bahasa, dan menjadi novel Indonesia pertama yang diterbitkan oleh penerbit kelas dunia FSG yang merupakan penerbit terbaik di Amerika Serikat. Novel ini juga telah menginspirasi jutaan orang  Indonesia, dan banyak pula yang mengadaptasinya menjadi berbagai seni lainnya, seperti film, lagu, drama musikal.
            Alur yang digunakan dalam novel ini alur maju, karena dalam cerita tidak terdapat kilas balik sehingga membuat pembaca penasaran apa yang akan terjadi di kisah selanjutnya, pengarang menggunakan sudut pandang orang pertama, karena penulis sebagai tokoh utama yang berperan sebagai Ikal.
            Gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata adalah bahasa Indonesia namun tidak jarang kita jumpai bahasa daerah yang tempat kejadiannya adalah Bangka Belitung yang belum meluas bahasanya.
            Kisah dalam novel Laskar Pelangi diawali ketika sekolah Muhammadiyah terancam dibubarkan oleh Depdikbud Sumatra Selatan, karena dalam 1 kelas tidak memenuhi kuota yang telah ditetapkan yaitu 10 anak. Saat itu baru 9 anak yang baru menghadiri upacara pembukaan kurang 1 anak, namun ketika pak Harfan sang kepala sekolah, hendak menyiapkan pidato akan menutup sekolah. Disaat yang mendebarkan itu datang lah harun dan ibunnya, seorang anak berusia 15 tahun yang keterbelakangan mental ia telah menyelamatkan nasib sekolah Muhammadiyah karena jumlah siswanya menjadi 10 anak. Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka, mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan dengan pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa dimana A Kiong malah cengar-cengir ketika ditanyai namanya oleh Ibu Mus, pemilihan ketua kelas yang diprotes kucai, harun yang selalu menanyakan kapan libur lebaran, ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80km pulang pergi dari rumah kesekolah. Laskar Pelangi adalah nama yang diberikan Bu Muslimah kepada 10 anak sd Muhammadiyah karena kesenangannya terhadap pelangi yang sempat mengharumkan nama sekolah tersebut dengan cara. Memenangkan beberapa lomba seperti karnaval 17 Agustus sebagai pembalasan dendam Mahar terhadap kawan-kawannya karena selalu dipojokan dengan tarian yang ia ciptakan, dan kejeniusan luar biasa lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Sebelum itu anggota laskar pelangi bertambah 1 orang yaitu seorang gadis tomboy dari keluarga kaya raya, ayahnya seorang berpendidikan tinggi dan memiliki pengaruh pada suatu perusahaan milik BUMN di Pulau Belitong namannya adalah Flo. Laskar pelangi mengarungi hari hari menyenangkan, tawa, dan menangis bersama. Kisah sebelas kawan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnnya. Dan kisah indah ini diringkas dengan lucu dan mengharukan oleh Andrea Hirata.
            Tokoh utama dan juga sifat para tokoh di novel laskar pelangi aku sebagai Ikal bersifat tidak mudah putus asa dan tegar, ayah Ikal bersifat baik hati, dan bijaksana, Pak K.A Harpan Noor bersifat baik hati, ramah dan sabar, Ibu Muslimah bersifat sabar, baik hati, dan penyanyang, Lintang bersifat pantang menyerah dan cerdas, Mahar bersifat kreatif, imajinatif dan cerdas, Trapani bersifat manja dan cerdas, Kucai bersifat hiperaktif, susah diatur, dan banyak bicara, sahara bersifat keras kepala, cerdas dan baik hati, A kiong bersifat baik, dan sedikit aneh, Harun bersifat baik tetapi agak autis, borek bersifat nakal dan susah diatur. Amanat dari novel ini adalah janganlah menyerah, hiraukan orang yang menggangumu, teruslah berjalan jika menurutmu itu benar, dan dengan sekolah bersungguh sungguh lah cita cita akan tercapai walaupun dengan usaha dan perjuangan yang sulit.
            Hal yang menarik dari cerita ini adalah hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca. Karena dalam penceritaan novel tidak berbelit belit, kita dapat mengetahui perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit. Selain itu buku ini juga memiliki kelemahan dari segi penggunaan nama nama ilmiah dalam cerita-ceritanya hal ini membuat pembaca kurang nyaman dalam membaca apalagi glosarium terletak dibagian akhir. Hal ini menambah ketidak praktisan dalam memahami istilah istilah ini, selain itu imajinasi pembaca dapat terhambat jika mereka tidak memahami istilah tersebut, dan dalam cerita tersebut sedikit membuat pembaca bingung karena tidak adanya keterangan waktu ditiap tiap peristiwa itu terjadi, meskipun demikian cerita ini tetap memikat dan penuh dengan memotifasi para pelajar untuk belajar dengan serius.

 Nama Eka Ilman M

 Kelas 3kb03

 NPM 22110274

 

 POLUSI SUARA 

                                                                                                                                 I.            PENDAHULUAN

  A.    Latar Belakang
Kehidupan modern sekarang ini sepertinya jadi perjuangan yang tak berkesudahan untuk melawan hiruk-pikuk yang kian meningkat. Berkembangnya elektronik yang dapat meringankan pekerjaan manusia. Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suara binatang peliharaan, televisi, dan banyak hal lain. Saat berada di jalan, kita juga mendengar keriuhan lain seperti suara  proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu dan musik yang dinyalakan orang lain.
Berada dilingkungan  dengan suara yang nyaring dapat menimbulkan rasa terganggu, apabila terlalu sering berada dilingkungan tersebut dapat berakibat fatal baik secara psikis dan fisik bagi manusia. Namun banyak orang yang menyepelekan dampak tersebut, misalkan pekerja pabrik yang setiap hari berada dilingkungan yang riuh, suara yang berlebihan tersebut dapat disebut sebagai polusi bagi para pekerja tersebut, oleh sebab itu perlu adanya upaya untuk mengurangi dampak dari polusi tersebut.
  B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut
1.      Apakah yang dimaksud dengan polusi suara?
2.      Berapakah taraf intensitas dari berbagai sumber bunyi?
3.      Apa sumber polusi suara dan dampaknya bagi pekerja pabrik?
4.      Bagaimanakah upaya untuk menanggulangi polusi suara di pabrik-pabrik?
  C.     Tujuan
1.      Mengetahui pengertian dari polusi cahaya
2.      Mengetahui taraf intensitas dari berbagai sumber bunyi
3.      Mengetahui sumber polusi suara dan dampaknya pada pekerja di industri / pabrik
4.      Mengetahui upaya penanggulangan polusi suara di industri / pabrik
            II.            PEMBAHASAN
  A.    Pengertian polusi suara
Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran.
Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan.
Bunyi yang menimbulkan kebisingan disebabkan oleh sumber suara yang bergetar. Getaran sumber suara ini mengganggu keseimbangan molekul udara sekitarnya sehingga molekul-molekul udara ikut bergetar. Getaran sumber ini menyebabkan terjadinya gelombang rambatan energi mekanis dalam medium udara menurut pola rambatan longitudinal. Rambatan gelombang diudara ini dikenal sebagai suara atau bunyi sedangkan dengan konteks ruang dan waktu sehingga dapat menimbulkan gangguan kenyamanan dan kesehatan.
Bunyi dapat mencemarkan lingungan apabila merupakan gangguan bagi penghuninya. Gangguan yang dialami oleh manusia ada dua macam yaitu gangguan psikologis dan gangguan fisiologis. Tidak semua bunyi keras atau gaduh dirasakan sebagai gangguan. Hal itu tergantung pada perasaan dan kebiasaan masing-masing individu. Antara lain hal itu tergantung juga pada taraf bunyi ambang.
Bunyi ambang adalah bunyi yang biasa ada dalam suatu ruangan, berasal dari bermacam-macam sumber bunyi baik dari luar maupun dari dalam ruangan itu sendiri. Bunyi tersebut sudah begitu biasa bagi penghuni ruangan itu. Sehingga sudah bukan merupakan gangguan lagi bagi penghininya. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa seseorang sudah terbiasa dengan kebisingan terhindar dari dampak buruk dari bunyi dengan kenyaringan yang cukup tinggi
  B.     Macam-macam taraf intensitas dari berbagai sumber bunyi
1.      Taraf intenstas rendah (dinyatakan dalam Desibel)
a.       0 dB ( ambang pendengaran)
b.      10 dB (hampir tidak terdengar) contohnya bernafas normal
c.       20-30 dB (sangat tenang) contohnya ruang yang sangat sunyi, daun yang berdesir,bisikan lembut dari jarak 5 meter.
d.      40-50 dB (tenang) contohnya perpustakaan, kantor yang tenang, dll
2.      Taraf intensitas konstan
a.       60 dB contohnya percakapan biasa pada arak 1 meter.
b.      70 dB contohnya lalu lintas ramai, kantor bising.
c.       80 dB contohnya ruang kuliah, radio berbunyi keras,pabrik dengan mesin sederhana atau biasa, dll
3.      Taraf intensitas tinggi
a.       90 -110 dB(merusak pendengaran) contohnya air terjun Niagara, kereta tua, kebisingan konstruksi dll
b.      120 dB (ambang ketidak nyamanan) misalnya koser rock dengan amplifier(pada jarak 2 meter), jet tinggal landas (pada jarak 60 meter) yang apabila berlangsung lama maka pendengaran manusia akan rusak.
c.       130 dB contohnya senapan mesin.
d.      140-150 dB (ambang rasa sakit) seperti jet tinggal landas (pada jarak dekat).
e.       160-180 dB (kerusakan mekanik selaput telinga) misalnya mesin roket besar pada jarak dekat.
                                   Batas atas pendengaran sampai saat ini masih merupakan suatu konsep yang kurang jelas. Pada saat taraf intensitas bunyi dinaikan sampai 110 dB, seseorang bunyi itu ditelinga luar. Baru pada taraf intensitas yang lebih tinggi yaitu sekitar 130 dB, seseorang mulai merasakan sakit. Jika taraf intensitas dinaikan menjadi 145 dB rasa sakitnya sangat hebat. Dan jika tarafnya dinaikan lagi dapat menyebabkan kendang telinga pecah. Taraf intensitas bunyi yang dapat menyebabkan kendang telinga retak merupakan batas atas yang masih dapat didengar.
  C.     Sumber polusi suara pada industri beserta dampaknya
1.      Sumber polusi suara pada tempat industri / pabrik
                                   Sumber pencemaran bunyi ialah sumber bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak. Di industri, sumber kebisingan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu:
a.       Mesin, yaitu kebisingan yang ditimbulkan oleh aktifitas mesin.
b.       Vibrasi, yaitu kebisingan yang ditimbulkan oleh akibat getaran yang ditimbulkan akibat gesekan, benturan atau ketidak seimbangan gerakan bagian mesin. Terjadi pada roda gigi, roda gila, batang torsi, piston, fan, bearing, dan lain-lain.
c.       Pergerakan udara, gas dan cairan, yaitu kebisingan ini di timbulkan akibat pergerakan udara, gas, dan cairan dalam kegiatan proses kerja industri misalnya pada pipa penyalur cairan gas, outlet pipa, gas buang, jet, flare boom, dan lain-lain.
2.      Dampak polusi suara bagi pekerja pabrik
a.        Gangguan Fisiologis
Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah (± 10 mmHg), peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris. Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala.
b.       Gangguan Psikologis
Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan lain-lain.
c.       Gangguan Komunikasi
Gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang.
d.      Efek pada pendengaran
Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu. Mula-mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan pemuliahan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising maka akan terjadi tuli menetap dan tidak dapat normal kembali, biasanya dimulai pada frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan.
D.    Upaya untuk meminimalisir polusi suara di tempat industri / pabrik
1.      Mendesain mesin / peralatan dengan kebisingan rendah.
2.      Memberikan penghalang untuk mengontrol kebisingan.
3.      Menggunakan alat / perangkat seperti penutup telinga.
4.      Melindungi reseptor suara seperti membuat bangunan yang bisa mengisolasi kebisingan dan membuatnya kedap suara. Alat peredam suara, kini banyak digunakan sistem kendali bising yang aktif.
a.       Dimensi Bangunan Peredam Bising tersebut antara lain:
 Tinggi minimal 2,75m (makin tinggi kemampuan redaman makin baik). Dengan tebal dinding minimal 10 cm.
b.      Bahan bangunan peredam bising, yaitu :
1)   Penggunaan bahan untuk mereduksi bising adalah dari hasil olahan industri berupa beton ringan agregat yang disebut ALWA berupa konblok (masif) dengan komposisi campuran: Semen : Pasir : ALWA= 1 : 4 : 4
2)      Dimensi konblok ALWA dapat dicetak menurut ukuran pabrik, sebagai berikut: (30 x 10 x 15) atau (30x15x15)cm.
3)      Bahan selain ALWA seperti Bata Merah atau Batako harus dengan rancangan khusus untuk memperoleh kemampuan redaman bising yang baik.
                                   III.            PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pencemaran bunyi / suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman makhluk hidup disekitarnya. Pencemaran suara diakibatkan suara-suara bervolume tinggi yang membuat daerah disekitarnya menjadi bising dan tidak menyenangkan. Dampaknya terjadi pada setiap individu yang berada dilingkungan polusi suara tsb, baik secara fisik maupun psikisnya. Seperti halnya pada pekerja di industri atau pabrik-pabrik. Namun hal tsb dapat diminimalisir  dengan menanggulangi gangguan bunyi atau mengisolasi bunyi, yaitu mengurangi bunyi supaya terpisah dari benda lain.
B.     Saran
Dalam mengupayakan pengurangan polusi suara pada pekerja dipabrik-pabrik, perlu adanya perhatian yang serius oleh masing-masing individu  pekerja pabrik untuk kesadarannya agar terhindar dari dampak-dampak polusi suara. Perlunya perhatian dari pihak pemilik pabrik agar membuat bangunan yang sesuai demi keselamatan para pekerja dari dampak polusi suara.

 

SELAMAT DATANG  

EULER

NAMA  : EKA ILMAN MUNANDAR

NPM     : 22110274

KELAS : 3KB03

5 kalimat dari 5 konsep lingkaran euler
1. semua S adalah semua P (5 klimat) *
2. semua S adalah P (5 klimat) *
3. tidak satupun S adalah P(5 klimat) *
4. sebagian S adalah P(5 klimat)
5. sebagian S tidaklah P(5 klimat) *

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar. Kalimat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut Proposisi.

Proposisi berbentuk kalimat berita netral. Kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat harapan, dan kalimat inversi tidak disebut proposisi.
Contoh proposisi :
1. Ayam adalah burung
2. Indonesia menjadi negara makmur.

Proposisi dapat dibedakan berdasarkan Jenis dan Kriteria. Berdasarkan jenis dibedakan dengan lingkaran yang disebut lingkaran Euler.

* Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek menjadi
   bagian dari perangkat predikat. Semua S adalah P
   * Semua sepeda beroda

   * Semua makhluk ciptaan tuhan
   * Semua orang kaya mempunyai uang
   * Semua air adalah bening
   * Semua air sungai rasanya tawar
* Sebagian perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat.  
   Sebagian S tidaklah P
   * Sebagian kaca tidaklah bening
   * Sebagian ular tidaklah berbisa
   * Sebagian wanita tidaklah berambut panjang
   * Sebagian meja tidaklah terbuat dari kayu
   * Sebagian mobil tidaklah murah  

* Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek berada diluar perangkat predikat. Dengan kata lain, antara   
   subjek dan predikat tidak terdapat relasi. Tidak satu pun S adalah P
   * Tidak seorang pun manusia adalah binatang

   * Tidak satupun manusia adalah berbelalai
   * T idak semua hewan adalah tumbuhan 
   * Tidak satupun raja adalah perempuan
   * Tidak semua kemeja adalah celana   

* Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat. 
   Semua S adalah semua P 
   * Semua sehat adalah semua tidak sakit.
   * Semua  senang adalah semua tidak sedih
   * Semua pandai adalah semua yang tidak bodoh
   * Semua lupa adalah semua tidak ingat
   * Semua dingin adalah semua yang tidak panas

* Suatu perangkat predikat merupakan bagian dari perangkat subjek. Sebagian S adalah P
  * Sebagian binatang adalah kera
  * Sebagian kendaraan adalah motor
  * Sebagian yang berwarna kuning adalah jeruk
  * Sebagian monster adalah jahat
  * Sebagian yang bernafas adalah mahluk hidup


Berdasarkan jenis dibedakan dengan lingkaran yang disebut lingkaran Euler.

1. Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek sama dengan perangkat yang terdapat dalam predikat.
   Semua S adalah semua P
   Semua sakit adalah semua tidak sehat.
 
2. Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek menjadi bagian dari perangkat predikat.
    Semua S adalah P
    Semua pesawat terbang.
    Sebaliknya, suatu perangkat predikat merupakan bagian dari peringkat subjek
    Sebagian S adalah P
    Sebagian buah adalah apel 
 
3. Suatu perangkat yang tercakup dalam subjek berada diluar perangkat predikat. Dengan kata lain, antara
    subjek dan predikat tidak terdapat relasi.
    Tidak satu pun S adalah P
    Tidak seorang pun manusia adalah binatang 
 
4. Sebagian perangkat yang tercakup dalam subjek berada di luar perangkat predikat.
    Sebagian S tidaklah P
    Sebagian air tidaklah jernih
 
Jenis proposisi berdasarkan kriteria:
1. Berdasarkan bentuk : proposisi tunggal dan proposisi majemuk;
2. Berdasarkan sifatnya : proposisi kategorial dan proposisi kondisional;
3. Berdasarkan kualitas : proposisi posititif (afirmatif) dan proposisi negatif;
4. Berdasarkan kuantitas : proposisi umum (universal) dan proposisi khusus (partikular).
Bentuk-bentuk proposisi
Berdasarkan dua jenis proposisi, yaitu berdasarkan kualitas dan kuantitas didapat empat macam proposisi, yaitu
1) Proposisi umum-positif – proposisi A
2) Proposisi umum-negatif – proposisi E
3) Proposisi khusus-positif – proposisi I
4) Proposisi khusus-negatif – proposisi O

Ref : http://bakuraseno.blogspot.com/2010/03/proposisi.html